Pengakuan Perempuan Biasa Saja
Aku. Hidup 24 tahun dan sudah kehilangan gairah terhadap perempuan. Kalau ditanya apa alasannya aku bisa seperti ini, rasanya tak […]
Aku. Hidup 24 tahun dan sudah kehilangan gairah terhadap perempuan. Kalau ditanya apa alasannya aku bisa seperti ini, rasanya tak […]
Kapten kami naik ke podium, membawa selembar kertas yang dipenuhi noda lumpur dan darah, membalut kertas itu seperti ada tumpahan
Aku sedang memandangi jendela ketika Mino menarik bajuku malam itu. Ia datang dengan sedikit tertatih karena mengantuk. Ia membawa
“Sudah kubilang berkali-kali, aku ini menderita skizofrenia,” ucap Sang Bocah Lelaki. Ia berjalan lebih cepat dariku. “Tunggu sebentar, capek,” kataku,
Ketika ia terbangun dari tidurnya yang melelahkan, Olan mendapati Sang Istri sudah tak ada di sampingnya. Mungkin ia sedang memasak
Ketika matahari hampir mencapai puncaknya, Pak Tua itu datang ke taman, membawa sebuah payung hitam legam untuk menutupi terpaan sinar
Lolongan anjing tanpa henti memekakkan telingaku, suara mereka berkeliaran, berlarian menyusuri gang-gang sempit tak tentu arah, mencari kepuasan di gemerlap
Dua sendok bubuk kopi dan satu sendok gula pasir, lalu tuang air panas yang sudah mendidih, didihannya harus meletup-letup keluar
‘Aku bukan orang yang cukup pintar dan cermat di sekolah’ kira-kira itulah jawabanku bila seseorang bertanya mengenai pekerjaanku sekarang ini.